Jika kenari dalam keadaan sehat, cengkraman kaki pada ranting kayu akan terlihat kuat. Berbeda dengan yang lagi stress atau sakit, cengkraman kakinya terlihat lemah.
Baca Juga: Cara Bikin Gacor Murai Batu Rumahan: Rawatan Lengkap Dari Pagi Hingga Malam
4. Paruh kenari
Pilih bentuk paruh kenari yang tebal dan panjang. Biasanya bentuk paruh seperti ini pertanda jika kicauan burung kenari lebih keras dan tajam.
5. Teliti
Yang terpenting cek tubuh burung secara teliti. Jangan sampai ada yang cacat.
Kamu bisa mengecek kuku, bentuk kaki, sayap, mata dan bentuk badan. Pastikan untuk selalu memilih burung yang memiliki bentuk yang proporsional.
Burung kenari yang cacat merupakan burung yang tidak baik untuk dijadikan indukan untuk diternak. Alasannya kemungkinan anakannya juga memiliki kecacatan juga.
Baca Juga: Setelan Tangkringan Terbaik Untuk Murai Batu: Cara Bikin Nyaman Burung Agar Muncul Performa Maksimal
6. Perhatikan tingkah agresif
Coba dekati burung tersebut. Jika memiliki agresivitas tinggi maka burung kenari itu memiliki mental yang tinggi. Mental yang tinggi berguna di saat lomba.
Ciri burung yang memiliki agresivitas tinggi ialah akan berkicau saat didekati atau mematuk saat didekati.
7. Bulu kenari dan sorot mata
Jika bulu terlihat kusam dan tidak mengkilap, tandanya burung itu sedang sakit.
Jangan memilih bulu burung disekitar kepala terlihat merinding, itu juga tanda kalau kenari sakit.
Artikel Terkait
Racikan Pakan Ternak Murai Batu: Sederhana Namun Berkualitas Hasilkan Panen Melimpah
Teknik Pengembunan yang Benar untuk Murai Batu: Subuh Atau Malam Hari yang Tepat?
Burung Murai Batu Ternyata Bisa Di-reset, Dari Kicauan yang Monoton Kembali Full Tembakan
Bukan Teman yang Baik, Hindari Mendekatkan 4 Burung Ini Pada Kenari: Mental Bakal Down Sulit Sembuh
Teknik Rawatan Kenari untuk Pekerja yang Sibuk: Cara Simpel Namun Efektif Bikin tetap Gacor